Dwi Koendoro Brotoatmojo (Panji Koming)
Komiknya yang berupa komik strip pertama kali dimuat di majalah Dimpo, sebuah majalah untuk anak-anak. Dan tahun 1961, karyanya yang lain dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat. Tahun 1971 ia membuat komik untuk majalah ”Stop”, juga menjadi ilustrator freelance untuk majalah yang ada saat itu, seperti Selecta, Senang dan Stop.
Saat ini ia lebih banyak menikmati masa pensiunnya. Namun bukan berarti turun gunung dari dunia perkomikan Indonesia. Ia tetap rutin menjadi freelancer untuk mensuplai serail Panji Koming ke harian Kompas. Juga menjadi pemasok komik untuk penerbit Mizan.
Ia mengaku, sebetulnya profesi dirinya adalah sebagai sutradara. Ia banyak menyutradai film-film dokumenter, atau pun film untuk iklan. Ia bahkan memiliki sebuah rumah produksi miliknya sendiri yang bernama Citra Audivistama. Karyanya dalam bidang animasi ini, sebagi contohnya adalah iklan produk pipa paralon dengan gambar aliran air sungai dengan latar belakang lagu Bengawan Solo. Dulunya ia bergabung di rumah produksi Gramedia Film, sebelum memiliki rumah produksi sendiri.
Satu hal yang ditekankannya mengenai dunia perkomikan ini adalah, mengenai pentingnya manajemen waktu. Kita harus pandai memanfaatkan waktu yang ada. Atau secara luasnya, kita tak boleh tergantung kepada mood untuk membuat sebiah karya. Ia mencontohkan, ia pernah membuat Panji Koming di sebuah padang pasir dengan beralaskan triplek karena dikejar deadline. Mengenai mencari inspirasi dalam membuat Panji Koming, ia selalu membawa buku bacaan mengenai masalah yang sedang aktual di negeri ini. Bahkan tema mengenai komik Panji Koming itu pun sangat tergantung kepada kondisi di tanah air. Bisa saja naskah yang sudah masuk ke redaksi, harus diubah lagi secara mendadak karena terjadinya perubahan politik di Indonesia yang berubah secara tiba-tiba.
Pendapatnya tentang komik Indonesia, pengamatannya sejak tahun 1994, komik di tanah air semakin berkembang. Satu hal yang penting adalah mentalitas. Indonesia belum bisa menemukan karakter komiknya sendiri karena masyarakatnya yang sangat heterogen. Dunia perkomikan di Indonesia yang ada sekarang ini harus terus dibina. Jangan tergantung pada yang tua dan sudah tak perlu diatur-atur lagi karena sudah dewasa.
Mengenai peran internet bagi perkembangan komik Indonesia, sebagai sebuah media komunikasi dan informasi, internet layak digunakan untuk membantu penyampaian informasi tentang komik. Yang jelas, gunakanlah!
Email yang bisa dihubungi: kisabdopailul@yahoo.com
Komikografi:
- Panji Koming
- Sawung Kampret

0 Comments:
Post a Comment
<< Home